Sungai Bawang, Kecamatan Singingi – Pemerintah Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama lebih kurang 40 hari. Kehadiran mahasiswa Kukerta menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Desa Sungai Bawang Berbasis Potensi Lokal Melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Edukasi Menuju Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan," sebanyak 10 mahasiswa Universitas Riau dari berbagai disiplin ilmu akan melaksanakan beragam program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan serta potensi yang dimiliki Desa Sungai Bawang. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Perpaduan berbagai bidang keilmuan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian dan perikanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Kepala Desa Sungai Bawang, Sapto Widodo, A.Md. Kep., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dalam memberikan ide, inovasi, dan solusi yang bermanfaat bagi kemajuan desa.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa Kukerta Universitas Riau di Desa Sungai Bawang. Kami berharap selama melaksanakan pengabdian di desa ini dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi yang ada, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata. Pemerintah Desa siap mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama program Kukerta berlangsung," ujar Sapto Widodo.
Menurutnya, Desa Sungai Bawang memiliki potensi yang cukup besar untuk terus berkembang, terutama di sektor pertanian, perkebunan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pelayanan berbasis digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.
"Kami berharap mahasiswa dapat membantu menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki desa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi Desa Sungai Bawang. Program-program yang dilaksanakan hendaknya mampu memberikan dampak positif dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah masa Kukerta berakhir," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kukerta Universitas Riau Desa Sungai Bawang Tahun 2026, Alfa Maulana Malik, menjelaskan bahwa seluruh program kerja yang telah disusun mengacu pada tema besar pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebelum menentukan program, seluruh anggota kelompok telah melakukan observasi dan berdiskusi bersama Pemerintah Desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta beberapa unsur kelembagaan desa sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin program Kukerta ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh program kami susun berdasarkan potensi desa dan kebutuhan masyarakat yang kami temukan selama observasi," jelas Alfa Maulana Malik.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, pertanian, perikanan, pemberdayaan masyarakat, digitalisasi informasi desa, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu, mahasiswa juga akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam mendukung berbagai kegiatan yang telah menjadi agenda desa selama pelaksanaan Kukerta.
Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Edukasi Lingkungan. Kegiatan ini bukan menjadi program utama, melainkan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah rumah tangga, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila sampah dibuang sembarangan. Edukasi tersebut juga akan dilengkapi dengan pembuatan papan informasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah yang akan dipasang di beberapa lokasi strategis sebagai media pembelajaran bagi masyarakat.
"Papan edukasi ini kami buat sebagai media informasi yang sederhana namun bermanfaat. Harapannya masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, dapat mengetahui berapa lama sampah plastik, kaleng, kaca, maupun bahan lainnya terurai secara alami sehingga tumbuh kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan," ujar Alfa.
Selain itu, mahasiswa Kukerta juga akan melaksanakan kegiatan pendampingan belajar bagi siswa, sosialisasi literasi digital, edukasi pemanfaatan media digital secara positif, pendampingan administrasi dan publikasi desa, pengembangan potensi pertanian sesuai disiplin ilmu mahasiswa, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya yang melibatkan kelompok pemuda, ibu-ibu PKK, dan masyarakat umum.
Mahasiswa dari Fakultas Pertanian akan memberikan pendampingan terkait pemanfaatan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian. Mahasiswa Fakultas Perikanan akan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan. Sementara mahasiswa FKIP akan berkontribusi melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik. Mahasiswa FISIP akan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan komunikasi publik, pemberdayaan sosial, serta digitalisasi informasi desa.
Seluruh program tersebut dirancang untuk saling melengkapi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat. Dengan adanya kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang sederhana namun aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Desa Sungai Bawang juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kukerta. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik serta memberikan hasil yang optimal.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, Kukerta Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Sungai Bawang diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus menjadi mitra pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal.
Dengan mengedepankan inovasi, digitalisasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, kehadiran mahasiswa Kukerta diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung terwujudnya Desa Sungai Bawang yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat.
Edt. Humas (Anira Fitri) dan Sekretaris (Nurul Fatma)